Jumat, 04 Februari 2011

Satria FU150 Pakai Pen Piston RX-King

OTOMOTIFNET – Anda pemilik Suzuki Satria FU150? Mesinnya mengeluarkan suara berisik; duk..duk..duk.., terus tarikannya pun melempem? Wah, mesti servis besar tuh. Apalagi jika umur pemakaian besutan sudah 3 tahun lebih, buru-buru deh diperiksa sebelum terlambat.
Sebenarnya suara itu dari mana sih? “Penyebabnya ada dua. Pertama kalau laju motor ogah ngibrit, bisa diakibatkan kampas kopling aus, tapi kalau kampasnya masih bagus dan suara kasar itu masih ada, tinggal kita periksa di pen pistonnya,” ungkap Kiki, mekanik sekaligus pemilik bengkel Rizki Motor (RM).
pin-piston
Menurut mekanik humoris ini, penyebab yang disebut nomor dua itu sering sekali terjadi. Maklum pen piston itu sebagai jembatan antara piston dan setang seher yang bekerja naik turun saat mesin hidup. Kalo peranti itu bermasalah, akan menimbulkan bunyi berisik, lama-lama bisa bikin bengkok setang sehernya dan yang paling fatal bisa patah akibat dipaksa bekerja. Hii serem..!
Contoh kasus dialami Artur Akihari warga Cipulir, Kebayoran Lama, Jaksel pada besutannya. Berhubung hidupnya masih bergantung pada orang tua, tentu dana yang dimiliki sangat terbatas, “Apa ada solusi lain Bang? Dana ogut cekak, nih!” harapnya cemas.
“Tenang Bung. Bisa kita pakai pen piston punya Yamaha RX-King, selain harganya murah; Rp 20 ribu dari harga asli FU Rp 35 ribu, bahan dan kualitasnya juga sama,” terang Kiki yang berbadan besar. Jadi penasaran, nih?
Setelah diukur sigmat, tercatat kalau pen piston FU punya panjang 49 mm dengan ketebalan 2,5 mm. Sedang punya RX-King lebih pendek 0,2 mm dari FU yaitu 47 mm dan memiliki tebal 2 mm, hanya diameter lingkarnya saja yang sama-sama 16 mm (gbr.1). Tapi ukuran panjangnya kan beda?

ganti-pin-pake-rxking
“Asalkan diameter lingkar pennya sama, gak ada masalah kok dan kalau kita lihat dari perbedaan ukuran ketebalannya 0,5 mm antara kedua pen tadi, sudah pasti mengurangi beban kerja mesin, akselerasi pun mengalami perubahan sedikit (gbr.2),” beber pria yang doyan pakai topi ini.
Apa semudah itu masangnya? “Betul, sama kayak waktu ngelepas, yang paling penting adalah patokan klep in dan klep outnya jangan sampai salah, sebab kalau salah, masing-masing klep bisa tabrakan,” wantinya sembari bilang untuk pengerjaan tentu bisa minta bantuan mekanik bengkel (gbr.3).
Source: otomotif.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar